Uncategorized

CANDI BOROBUDUR

CANDI BOROBUDUR

BOROBUDUR sebuah bangunan batu berukir megah berdiri berkonsep mandala , dibangun sekitar tahun 700 an Masehi, diresmikan oleh Pramodyawardhani putri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Sri Iswara Kesawa Samarotunggha : tertulis acara peresmian jinalaya (candi) berundak yang besar dan megah, pada prasasti Kayumwungan yang ditemukan di desan Karang Tengah Temanggung bertahun 824 Masehi.

Candi Borobudur dibangun dalam 5 tahap dan dalam waktu 75 tahun. Sejak era Wangsa Rakai Sanjaya – Wangsa Rakai Syailendra dan Rakai Samaratunggha.
Dibangun menggunakan batu andesit basalt kelas 1 untuk bagian atas, kelas 2 untuk bagian tengah dan kelas 3 untuk bagian bawah/kaki. Terdiri dari 60.000 M3 batu andesit basalt, lebih dari 2.000.000 blok batu dengan rata-rata berat 50 kg sehingga beratnya lebih dari 100.000 ton.

Candi Borobudur memiliki ukuran panjang x lebar : 123 m x 123 m , tinggi 42 m termasuk chattra, terdiri 10 undak/tingkat. Dan memiliki 2.672 panel relief yang terdiri dari 1.212 panel relief dekoratif & 1300 panel relief kisah kehidupan pada dinding Kamadhatu & 160 panel relief di dinding kaki candi Karmawibhangga. Panel relief memuat : ragam model bangunan, ragam model busana, ragam model tata rambut dan aksesoris, ragam species hewan dan tumbuhan, berbagai peristiwa dinamika kehidupan, ragam alat musik, ragam transportasi, ragam kekayaan kuliner, dll. Semua menggambarkan kejayaan daerah Borobudur, Jawa Tengah di tahun 700 an Masehi !!
Panjang seluruh panel relief bila disusun urut akan berjarak lebih dari 4 km.Terdapat 100 lebih pancuran air dan 504 patung stupa. Dipuncaknya ada stupa induk ukuran diameter 9 meter dan tinggi 7 meter. Semua blok batu terikat kuat dengan teknik sambungan ” ekor burung” .
Betapa maju dan makmurnya leluhur kita pada masa itu. Membangun Candi Borobudur tergolong Mega Proyek tentunya. Peninggalan leluhur era tahun 700 Masehi sejatinya adalah Ilmu Pengetahuan tingkat tinggi bagi kita semua. Ribuan pertanyaan tentang bagaimana proses ide awal, perencanaan teknis, pelaksanaan pembangunan yang menyangkut banyak aspek, sungguh sangat menggelitik untuk kita teliti. Sambharabudhara masih setia menanti kiprah kita sebagai anak cucu untuk menguak misteri dan menjadikan daya menuju kemakmuran seluruh warga bangsa.
( Dirangkum oleh KRMT Indro Kimpling Suseno )