2
kreatif borobudur

PENGASONG BOROBUDUR YANG BERANI MENJADI PENGUSAHA

PENGASONG BOROBUDUR YANG BERANI MENJADI PENGUSAHA

(Oleh: KRMT indro Kimpling Suseno)

Sore hujan rintik Jumat, 12 Nopember 2016 saya, Pak Madyo, dan Edo beranjak dari Warung Kopi Ngaran Borobudur menuju rumah Nuryanto, seorang pengusaha pengerajin di dusun Jowahan, desa Wanurejo, kecamatan Borobudur.

img-20161111-wa0025
Nuryanto memperlihatkan galery shoowroom craftnya dan bercerita panjang lebar tentang perjalanan hidupnya. Dia dulu menjadi pengasong kerajinan di Candi Borobudur. Menawarkan dagangan langsung menyentuh tubuh pengunjung candi, baik secara halus maupun kasar dia lakukan. Dikejar satpam, bahkan dagangannya dirampas, dibuang,berkali-kali dia alami. Suatu saat Nuryanto merenung “Kalau begini terus apa jadinya hidupku, ini keliru!“. Maka dia memulai untuk memproduksi kerajinan dari kecil dan sedikit demi sedikit. Akhirnya sekarang, dia telah melayani produk ekspor dan memiliki karyawan lebih dari 50 orang. Salah satu hal yang membuatnya sedih adalah masalah tenaga kerjanya yang dia didik dengan baik, pada akhirnya dibajak pengusaha negeri tetangga dengan upah 6 x lipat. Sudah 30 orang dalam setahun, SDM nya meninggalkannya. Ya itulah hidup katanya.

img-20161111-wa0023Nuryanto berani mengambil kredit bank untuk membeli tanah seluas 2,5 HA di dekat rumahnya,dan sekarang tempat itu dia bangun pelan pelan menyerupai kompleks bangunan masa lampau. Artistik, nyaman,sejuk dan terkesan kuno. Dia pergunakan untuk kegiatan seni budaya tradisi dan juga sebagai workshopnya.

Nuryanto sadar betul bahwa Gotong Royong adalah kunci sukses masyarakat desa meraih kemandirian.Maka dia berjanji akan turun tangan secara maksimal mensukseskan Hari Raya Kebudayaan Borobudur.

Inilah inspirasi penyemangat dari seorang mantan pengasong! BOROBUDUR! MONCÈR!